Tampilkan postingan dengan label Tasawuf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tasawuf. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Agustus 2012

Sifat Ujub

SIFAT UJUB MANUSIA

Di dalam Kitab Ar-Ri'ayah, Syeikh Ahmad Rifa'i menjelaskan bahwa Ujub secara Lughowi (bahasa) artinya adalah membanggakan (mengherankan). Sedangkan secara ta'rif (definisi) telah disampaikan oleh beberapa ulama, antara lain :
  • Syekh Al-Mubarok mengatakan bahwa Ujub adalah Perasaan yang muncul di dalam hati ketika dirimu memiliki kelebihan sendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain.
  • Syeikh Imam Ghozali mengatakan :
وَحَقِيْقةُ الْعُجْبِ  : تَكَبُّرُ يَحْصُلُ فِى الْبَاطِنِ بِتَحَيُّلِ كَمَالِ مِنْ عِلْمٍ اَوْ عَمَلٍ

"Hakekat Ujub adalah sombong yang masuk ke dalam batin (perasaan) dengan menganggap memiliki kesempurnaan ilmu dan amal " 

Mengacu pada apa yang disampaikan oleh Syekh Al-Mubarok dan Syeikh Imam Ghozali tersebut banyak kita temui dalam kehidupan sehari hari, seseorang merasa bahwa dirinya "paling " . Paling pinter, paling kaya, paling bisa. Yang menjadi sebab segala sesuatu bisa beres oleh dirinya. Terkadang kita dengar ada orang mengatakan :

  1. Kalau tidak kerena bantuan saya dia tidak bakal bisa seperti itu
  2. Kalau bukan tangan saya maka pekerjaan itu tidak bakal bisa beres semua
  3. dan lain-lain yang senada dengan itu.
Perasaan seperti itu selalu muncul, sehingga kemudian diyakini sepenuhnya bahwa semua itu berasal dari dirinya  sampai akhirnya melupakan bahwa dengan segala kekurangannya orang  lain juga memiliki kelebihan. 

Hati Manusia

HATI MANUSIA

Di dalam Bahasa Arab, Hati disebut dengan ( قَلْبٌ ) yang memiliki makna harfiah " Bolak-balik ". Disebut demikian itu karena tabiatnya yang labil. Menurut Rasulullah hati merupakan bagian yang sangat penting bagi keberadaan diri manusia. Artinya menjadi penentu utama baik dan buruknya manusia itu sendiri terhadap manusia lain di lingkungannya maupun di sisi Allah SWT. Rasul Bersabda : 



اَلَا وَاِنَّ  فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً وَاِذَا صَلُحَتْ  صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ , وَاِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ  الْجَسَدُ كُلُّهُ (رواه البخا والملم)ه

" Di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Apabila baik daging itu maka baik seluruh tubuh manusia, akan tetapi jika rusak maka rusak seluruh tubuh manusia" (HR. Bukhori dan Muslim)